buset music player blog gw mati,, wah kacau,, websitenya jg ga bs di buka,, ahahah parah...!!! HAMPAlg dah tuh blog gw...!!! zzz
padahal baru berbahagia bs ada lagunya,, eh,, ancur lg dah..!!
Setelah mengalahkan rekor berkuasa Presiden Seumur Hidup Soekarsa, akhirnya Soeharsa pun tiba pada ajalnya. Mengingat perbuatan Soeharsa semasa hidupnya akhirnya diputuskan bahwa dia harus masuk neraka. Namun mengingat sejumlah kebaikan dan hal meringankan Soeharsa selama hidupnya, seperti membunuhi musuhnya dengan tersenyum, memiskinkan rakyat dan negerinya dengan dalih pembangunan hingga aksi konkret memimpin gerakan negara miskin, penjaga neraka menyilakan Soeharsa memilih sendiri jenis siksaan yang harus dijalaninya.
Oleh penjaga neraka ia diajak masuk sebuah bilik. Di tempat itu para penyiksa tampak sedang mengasah pedang dan membakar tusukan besi hingga membara. Soeharsa yang bergidik mellihat orang ditusuki dan disundut besi panas menyatakan, ‘‘Saya mau lihat tempat yang lain."
Soeharsa lantas masuk ke sebuah bangsal luas. Tampak sejumlah penyiksa menancapkan kait pancing ke sejumlah bagian tubuh seseorang. Ada yang di siku, ada yang di perut, ada yang didada, pantat, paha dan sebagainya. Mata pancing itu kemudian digunakan untuk mengerakkan tubuh para pendosa di bangsal itu untuk digantung selama berjam-jam. Bila otot yang jadi tempat kait jebol mereka akan jatuh ke tanah. Para penjaga akan kembali menancapi tubuh-tubuh itu untuk kemudian digantung kembali. Begitu seterusnya.
Rupanya Soeharsa tak tahan dengan pemandangan itu. "Saya ingin melihat yang lain"’ ujarnya.
Begitulah. Dari bilik ke bilik, bangsal ke bangsal, Soeharsa terus memilih. Hampir semua wilayah neraka telah dijelajahinyn. Tiba-tiba ia berhenti di sebuah empang yang dipenuhi dengan berbagai jenis tinja, mulai dari tinja manusia hingga kotoran babi. Rupanya Soeharsa tertarik menyaksikan para terhukum yang hanya berendam sebatas bahu
"Ah, ini sih enteng. Kalau cuma begitu saja, gue juga betah disiksa selamanya," ucap Soeharsa.
Maka ia lalu digiring nyebur ke empang dan ikut berendam sebatas bahu."
Baru semenit Soeharsa berendam, tiba-tiba terdengar suara yang memekakkan telinga dan disambung teriakan penjaga neraka yang berdiri di pinggir empang, "Yaa..., waktu istirahat sudah habis. Sekarang saatnnya untuk kembali menyelam!"
"Total 10 orang," kata Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Priyadi Kardono kepada detikcom, Rabu (2/9/2009).
Priyadi mengatakan, 10 korban tewas tersebut masih berada di lokasi. "Masih itu dulu informasi yang kita dapat," tegasnya.
gempa terjadi pukul 14.55 WIB.
| Magnitude | 7.0 |
|---|---|
| Date-Time |
|
| Location | 7.770°S, 107.324°E |
| Depth | 49.5 km (30.8 miles) |
| Region | JAVA, INDONESIA |
| Distances | 95 km (60 miles) SSW of Bandung, Java, Indonesia 110 km (65 miles) SSE of Sukabumi, Java, Indonesia 115 km (70 miles) WSW of Tasikmalaya, Java, Indonesia 190 km (120 miles) SSE of JAKARTA, Java, Indonesia |
| Location Uncertainty | horizontal +/- 7 km (4.3 miles); depth +/- 12.7 km (7.9 miles) |
| Parameters | NST=209, Nph=209, Dmin=353.2 km, Rmss=1.14 sec, Gp= 29°, M-type=teleseismic moment magnitude (Mw), Version=8 |
| Source |
|
| Event ID | us2009lbat |

Rabu, 05 Agustus 2009 | 14:30 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta - Meski batik telah bermunculan di berbagai belahan dunia, Indonesia boleh bernafas lega, karena akhirnya memperoleh pengakuan dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization atau Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB yang memutuskan batik Indonesia sebagai warisan pusaka dunia. Pengakuan akan diberikan pada 2 Oktober 2009 mendatang. “Sudah diproses dan diputuskan bahwa batik Indonesia sebagai pusaka dunia, yang akan diumumkan pada 2 Oktober mendatang,” kata Ketua Umum Yayasan Sekar Jagad, Suliantoro Sulaiman kepada Tempo, dalam acara peragaan busana dalam rangka Jogja Fashion Week di Pagelaran, Keraton, Yogyakarta, Rabu, (5/8).
Yayasan Sekar Jagad adalah salah satu organisasi pecinta batik yang ikut menyiapkan risalah data dan memberikan pernyataan mengenai keberadaan batik kepada UNESCO. Pihak lain yang ikut mengajukan dan menandatangani soal kepemilikan batik Indoneisa ini adalah pemerintah pusat melalui Kantor Dagang Indonesia dan Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono sebagai pemilik Museum Batik Indonesia serta berbagai pihak yang selama ini konsen dengan batik Indonesia.
Hanya saja, Suliantoro memberi catatan, batik yang diakui UNESCO ini adalah batik tulis. “Jadi batik sebagai pusaka dunia adalah batik tulis, bukan batik printing,” katanya. Sebab, bila batik printing, maka belahan negara lain, seperti Hongkong, Malaysia, dan Cina juga telah memilikinya.
Dengan pengakuan ini, dia berharap batik tulis bisa mendunia dan menjadi cenderamata bagi pariwisata Indonesia, khususnya Yogyakarta. Mengenai batik Yogyakarta sendiri, Suliantoro menyatakan batik Yogyakarta kaya akan motif dan salah satu yang unik dan kuno. “Sudah ada sejak zaman Mataram Kuno dan tetap lestari hingga saat ini,” kata Suliantoro. Apalagi Yogyakarta selama ini, juga dikenal sebagai kota budaya.
Dengan pengakuan batik tulis mendunia, berarti juga akan mensejahterakan para pengrajin batik. “Soalnya pengrajin batik tulis sebagian besar tinggal di pesisir, di desa-desa, dan di kampung-kampung. Semoga kini bisa lebih sejahtera,” kata Suliantoro.
Terpisah, Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku belum mendengar soal keputusan UNESCO ini. Namun Sultan mengatakan pengajuan batik Indonesia sebagai kekayaan budaya Indonesia merupakan bentuk proteksi terhadap kekayaan asli Indonesia. “Negara lain berproduksi silahkan saja, tetapi batik Indonesia tetap mendapat pengakuan dunia,” kata Sultan.
dikutip dari : http://www.tempointeraktif.com/


